Our 1st Experience: Talking ’bout Warisan w/ Parents

Salah 1 dr rangkaian pembuatan rencana keuangan keluarga adalah membuat “surat wasiat” yg isinya pasti ttg warisan. weits, buru2 amat bikin wasiat?? Emang udah sberapa byk yg mo d tinggalin n d bagi2?? Emang udah sgitu mantepnya mo ninggalin smuanya??

 well, bicara ttg warisan n wasiat, justru emang sblm qt d panggil (emangnya pd tau kpn mau d panggil??). nah, mumpung hayat msh d kandung badan (??), mumpung msh sehat badan+akal+jiwa-nya…mari kita siapkan warisan utk anak2 qt. percuma aja kan, udah nyiapin dana darurat, dana pendidikan, dana pensiun, asuransi jiwa, investasi…tp bgitu qt (orang yg nyiapin itu smua) meninggal, ga ada 1-pun dr dana2 tsb yg bs d nikmatin sm ahli waris qt (baca: anak2). nah, krn kami ga ingin smua yg sdh kami siapkan jd sia2, kami-pun mencoba belajar membuat wasiat.

 waris itu terdiri dari:

1. daftar harta dan hutang. yups…jangan cm kepikiran utk bagi2 harta aja kl ngomongin mslh waris. yg penting justru, qt mesti nge-list smua daftar utang qt dl. then, qt list jg daftar harta qt, yg pasti pertama kali d gunakan utk ngelunasin utang2 tsb.

2. akses dan kepemilikan. dr list daftar utang n harta itu, qt jg mesti fair nyantumin itu utang siapa? utk apa? harta milik siapa? atas apa? dokumen2nya ada d mana? smua hrs jelas, biar nanti ahli waris tau dg jelas d mana n bgmn ngurusnya.

3. hukum yg d gunakan. insyaAllah, kami menggunakan hukum waris dalam Islam.

 nah, ceritanya begini. stlh memberanikan diri, akhirnya kami mulai mencoba percakapan mengenai waris dg ortu. berhubung anak2 kami msh sangat2 kecil, dan kami g ingin ahli waris kami d tentukan oleh wali hakim (just in case d urus sm orang yg krg kompeten, kami sdh menunjuk orang2 yg akan kami amanahi utk melanjutkan perjuangan, ceileee). mau ga mau, siap ga siap, kami mesti berdiskusi sejak dini dgn orang2 yg kami serahkan amanah tsb.

 saat ini, kami br memegang dokumen dari asuransi jiwa kami. moga2 dokumen2 yg lain sgera kami terima, dan bs kami rapikan dlm 1 tempat yg mudah d cari.

 kami duduk bareng dlm suasana yg santai, dan kami mulai ceritakan scr fair isi dr dokumen tsb. atas nama siapa, apa aja manfaat yg akan diterima, nominalnya, proses klaimnya, tempat kami menyimpan dokumen aslinya, smuanya kami jelaskan.

 smp pd akhirnya, kami hrs blg, “klo ada kejadian yg tdk d inginkan terjadi pd ega dan bima, ibubpk sdh tau hrs bgmn. kami titipkan sejumlah dana, utk melunasi hutang2 kami, utk d sumbangkan, utk d gunakan sbg dana operasional anak2 hingga mreka bs mandiri, utk di investasikan kembali sbg dana skolah dan dana darurat anak2. kami ga ingin membebani ibubpk scr finansial utk mengasuh anak2 kami. skema pembagiannya, msh kami kerjakan. ibubpk tinggal ikutin aja skemanya”.

 what’s happen next? ibu mulai tertegun, antara kaget n mikir. kaget krn kami udah bikin plan utk anak2 ktk kami g bs mendampingi anak2 lg, n mikir krn beliau aja blm bikin apa2. skalian aja kami ingatkan spy mreka sgera membuat daftar hutang mreka, spy kami tau tanggungjawab kami yg hrs kami tunaikan nanti.

 alhamdulillah…bahasan ttg ini mulai terbuka, dan tdk menjadi hal yg tabu lg. jd g sabar nunggu Oktober, moga2 msh ada umur utk ikutan pelatihan itu, spy skema waris kami bnr2 sesuai dg tuntunan syariah, dan terarah dg benar, amiin.

 _ummu hafshah_

memang, harta tdk akan qt bawa k liang kubur, justru harta harus qt tinggalkan dg rencana yg matang spy bs memberikan kemanfaatan yg optimal utk orang2 yg qt tinggalkan. smoga Allah senantiasa melindungi qt dr beban hutang dan harta yg tdk berkah, amiin

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • RSS News and Tutorial

    • Mengambil Barang yang Rusak Februari 24, 2017
      MENGAMBIL BARANG YANG SUDAH RUSAK Assalamualaikum wr.wb Pak ustadz saya ada pertanyaan begini pak kakak saya kan bekerja di sebuah pabrik lensa kamera pak. beberapa waktu yang lalu kakak saya pulang kerumah membawa beberapa lensa kecil yang sudah rusak atau kata kakak saya istilahnya NG untuk ditunjukan kepada keluarga pak. 1. pertanyaan saya apakah yang dil […]
      Konsultasi Syariah
    • Bisnis Haram Ayah Ibu Februari 24, 2017
      IBU JUALAN BARANG HARAM Assalamualaikum Ustadz, Saya ingin bertanya, sebelumnya saya ingin menjelaskan sedikit hal. Begini pak ustadz, ibu saya mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari namun saya tahu caranya tidak halal yaitu membuka usaha karaoke dan menjual barang-barang haram seperti miras. Hasil dari usahanya itu di belanjakan untuk makanan dll, tapi da […]
      Konsultasi Syariah
    • Gaji Pegawai IT Bank Konvensional Februari 18, 2017
      GAJI PEGAWAI BANK BIDANG IT Ass Wr Wb , ustadz. Perkenankan , ada seseorang yang saat ini sangat membutuhkan pandangan , perspektiv , bahkan saran , berkaitan pekerjaannya . Yang bersangkutan bekerja di bidang IT (information technology) service di bank konvensional, apa gaji yang diterimanya itu berkategori haram ato halal ?. Hal ini menimbulkan ada kebimba […]
      Konsultasi Syariah
    • Cari Jodoh Gadis Pesantren Februari 9, 2017
      PRIA NON-SANTRI INGIN MENIKAHI GADIS PESANTREN Ringkasan: Umumnya kebijakan Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh pak ustad yang di rahmati Allah swt. Saya mau minta wejangan ke pak ustad.Jadi 4 bulan yang lalu saya di perkenalkan dengan seorang gadis pesantren oleh saudaraku.Terus sayapun saling kontek satu sama lain.Setelah itu saya di suruh unt […]
      Konsultasi Syariah
    • Kerja Di Bank Konvensional Karena Darurat Februari 9, 2017
      HUKUM KERJA DI BANK KONVENSIONAL KARENA DARURAT Ringkasan: Bagi ulama yang mengharamkan bank konvensional, maka bekerja di bank konvensional itu halal apabila (a) tidak ada alternatif kerja di tempat lain; atau (b) bekerja di bagian layanan yang halal. Bagi ulama yang menghalalkan bank konvensonal, maka kerja di bank non-syariah itu boleh secara mutlak dan g […]
      Konsultasi Syariah
  • RSS news.detik