Kesadaran Supir dan Penumpang Makin Tipis

Bimaa – Rawamangun; sudah sejak dahulu sebenarnya tulisan ini hendak dipublish di blog ini, namun entah kenapa baru saat ini benarbenar terlaksana. Setiap pagi kendala macet di jl. I Gusti Ngurah Rai (kayanya seluruh jakarta) biasanya terjadi karena metro mini yang ngetem di pintu St. Buaran. Tidak hanya metro mini sebenarnya, ada beberapa angkot kecil juga yang ikutikutan abang metromini. Entah apa yang terfikir diotak para supir metromini terhadap kemacetan yang sedang terjadi dijalan yang ia lalui juga. Apakah peluang karena semakin lama ia menunggu semakin banyak yang menumpang, atau memang sengaja bikin macet. Tapi yang jelas, ribuan orang terhambat berangkat ke kantor.

Sebenarnya profesi supir tidaklah terhina, bahkan profesi ini kerap menjadi pujaan masyarakat tatkala supir tersebut benarbenar taat pada norma bertransportasi yang baik. Tengoklah negara Jepang, atau tidak usah terlalu jauh. Singapura atau Malaysia, untuk profesi supir di negara tersebut ratarata minimal dia adalah berpendidikan terakhir D3 dan S1. Memang latar belakan pendidikan tidaklah menjamin baik/buruknya seorang supir. Namun setidaknya cara supir berpandangan dalam hal bertransportasi sudah terbentuk.

Tapi di indonesia profesi supir ratarata adalah dia yang putus sekolah, atau paling tinggi SMU. Baru saja beberapa tahun belakangan ini, PemDa DKI meminta persyaratan S1 untuk supir Busway. Nah, ayo para supir yang mulia, anda masih diberikan nikmat pendengaran dan juga nikmat berfikir. Mohon digunakan sebelum nikmatnikmat tersebut diangkat oleh pemberi nikmat, yaitu Allah Aza Wajalla. Sedikit mendengar Klakson lalu anda langsung jalan lebih baik daripada anda berpurapura tidak mendengar klakson.

Kesadaran  Penumpang

Dilain pihak, kesadaran para penumpang khususnya Busway juga sudah makin tipis. Biasanya para penumpang tergesagesa/berebut masuk ke dalam Busway hanya untuk dapat duduk dan berpurapura tidur. Meraka tidak memperhatikan orangorang yang lebih berhaq untuk mendapatakan kursi duduk busway tersebut. Entah para Bunda yang sedang Hamil atau para orang tua yang harusnya didahulukan. Mereka hanya mementingkan diri sendiri agar mendapatkan sesuatu yang lebih, sedangkan yang orang yang lebih berhaq selalu mereka abaikan, dengan cara purapura tidur, baca koran/buku, dengar music dan lainnya. Entah apa yang ada difikiran mereka ketika melihat seorang wanita yang sedang Hamil, tanpa memberikan respon sedikitpun. Entah apa pula yang ada difikiran mereka ketika melihat seorang ibu yang tua, bahkan jauh tua dibandingkan mereka wanita yang sedang berkuliah. Mengaku kuliah tapi tidak menerapkan apa yang dipelajarinya, sama saja anda orang bodoh.

Mohon bagi anda penumpang, busway, ankot, kereta atau apapun. Mohon kesadaran anda semua untuk bisa mendahulukan kepentingan orangorang yang lebih berhaq.

semoga membantu, wallahu bi showab.

=====================================================

sudah lapor SPT? jgn lupa Sunset Policy dimanfaatkan ya…

korupsi? menjijikan!!

Iklan

2 Komentar

  1. Assalamu’alaikum.

    Salam kenal, saya seorang supir B-)

  2. Kehidupan di kota besar, memang kadang-kadang membuat manusia menjadi egois dan hanya mementingkan diri sendiri. Harus ditingkatkan kesadaran sosialnya. Salam.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s