IMF Krisis, Jual Emas 403 Ton

Rabu, 09 Apr 2008,
IMF Krisis, Jual Emas 403 Ton

PHK 2.600 Karyawan
WASHINGTON – Dokter krisis moneter, Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund /IMF), sedang sakit. Lembaga donor internasional itu berencana menjual sebagian simpanan emasnya untuk memperbaiki kondisi keuangannya yang terus memburuk.

Direktur Pelaksana IMF Dominique Strauss-Kahn menyatakan, rencana penjualan 13 juta ons atau 403,3 ton emas itu menjadi sejarah baru bagi IMF dan sudah disetujui Dewan Eksekutif IMF Senin (7/4) waktu setempat. Langkah berikutnya tinggal menunggu persetujuan 85 persen dari 185 negara anggotanya dan Kongres AS.

Selain membongkar gudang emasnya, Strauss-Kahn menyatakan, IMF akan melakukan PHK terhadap 15 persen (sekitar 2.600 orang) dari seluruh pegawainya. Pemangkasan itu akan menyelamatkan pendapatan sekitar USD 100 juta dari total target pendapatan pinjaman USD 922,3 miliar. “Ini adalah pilihan sulit, tapi perlu untuk membantu menempatkan lembaga ini pada pijakan keuangan yang mantap,” ujar Strauss-Kahn dari kantor pusat IMF di Washington DC kemarin (8/4).

Dari penjualan sekitar 12 persen cadangan emas IMF itu, Strauss-Kahn menargetkan dana USD 11 miliar (sekitar Rp 101,200 triliun). Dana ini akan menjadi darah segar bagi institusi keuangan yang tengah mengalami tren penurunan penarikan pinjaman yang merupakan sumber utama keuangannya itu.

IMF yang pada 1990-an mengklaim sebagai penyelamat krisis moneter di negara-negara Asia dan Amerika Latin justru mengalami krisis keuangan lebih parah berupa merosotnya pendapatan sejak 2005. Lembaga internasional yang dibentuk usai Perang Dunia II oleh AS dan sekutunya itu mencatat defisit keuangan terbesar dalam 22 tahun sebesar USD 140 juta (Rp 1,2888 triliun) pada tahun anggaran 2007 yang berakhir pada 30 April 2008.

Defisit itu dipicu oleh kebutuhan akan dana pinjaman darurat IMF merosot dalam satu dekade terakhir. Banyak negara berkembang, khususnya di Asia, sekarang lebih suka menumpuk cadangan devisa untuk meredam risiko krisis di masa datang. “Banyaknya negara yang sudah melunasi pinjamannya membuat revenue IMF berkurang. Itu sebabnya IMF mencari alternatif lain guna menambalnya,” ujar Perry Warjiyo, executive director IMF.

Menurut Perry, banyaknya negara yang sudah melunasi utang mengakibatkan penurunan pendapatan cukup besar. “Kini tinggal satu negara saja yang (utangnya) besar, yakni Turki. Itu pun dalam tahap akhir karena kondisinya sudah mulai stabil,” kata pejabat IMF asal Indonesia yang disebut-sebut sebagai calon kuat kandidat Deputi Gubernur BI era Boediono itu. Selain Turki, ada beberapa negara kecil di Afrika. “Tetapi, jumlah utangnya sangat kecil,” ujarnya.

Salah satu pukulan terbesar diderita IMF pada 2006. Saat itu, lembaga yang bermarkas di Washington D.C, AS, itu kehilangan pendapatan hingga 30 persen setelah Indonesia melunasi seluruh utangnya. Indonesia merupakan salah satu klien terbesar di IMF.

Dampak ke Pasar Global

Bagaimana dampak masuknya 403 ton emas IMF itu ke pasar finansial global? Treasury International Affairs IMF David McCormick kepada Bloomberg mengatakan, untuk mengurangi potensi efek negatif berupa distorsi pasar global, penjualan emas IMF akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa tahun.

Meskipun demikian, para analis pasar komoditas meragukan jaminan McCormick. Bank Sentral Eropa pada pernyataan resmi tadi malam menyatakan, penjualan itu jelas akan berdampak pada pasar. Sebab, perdagangan emas dalam kondisi normal hanya mencapai sekitar 500 ton per tahun.

Apalagi dari daftar penumpuk cadangan emas dunia yang dibuat Dewan Emas Dunia (World Gold Council), diketahui bahwa IMF berada di urutan ke-3 setelah AS dan Jerman. Dua negara itu memiliki cadangan emas masing-masing sebesar 8.130 ton dan 3.417 ton emas.

Pelaku pasar menduga IMF ikut silau dengan kemilau harga emas yang mencapai rekor harga tertinggi di atas USD 1.000 per ons sejak Maret lalu. IMF menyimpan sekitar 103,4 juta ons atau 3.330 ton emas. Pada 20 Februari lalu, cadangan emas itu bernilai sekitar USD 95,2 miliar (Rp 875,840 triliun). “Sekarang harga emas kan sedang mencapai puncak. Jadi, momentum ini dimanfaatkan. Mereka kan lembaga bisnis,” ujar Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Erani Yustika di Jakarta kemarin (8/4).

Namun, Erani menyatakan, mekanisme penjualan cadangan emas tersebut memang tidak lazim. Sebab, biasanya jika IMF mengaku kesulitan finansial, mereka akan mencari tambahan dari negara-negara anggotanya. “Selain itu, yang pasti, IMF juga akan mengandalkan pinjaman dari negara-negara yang membutuhkan,” ujar doktor alumnus Goettingen University, Jerman, tersebut.

McCormick mengaku, dana dari penjualan emas IMF itu akan dipergunakan untuk membeli obligasi pemerintah AS. “Dana dari emas itu akan menutup kekurangan dana sekitar USD 400 juta yang diproyeksi terjadi selama dua hingga tiga tahun mendatang,” ujarnya.

Tampaknya, niat IMF itu akan menemui ganjalan di Kongres. Jim Saxton, ketua Joint Economic Committee of Congress, mengatakan langkah tersebut ditentang oleh para pembuat kebijakan di AS. “Kami akan menghalangi setiap upaya IMF menjual emas untuk meringankan utang negara-negara miskin,” tegasnya. Keuntungan potensial dalam penjualan emas IMF, lanjut Saxton, semestinya menjadi hak negara-negara donor semula dan para pembayar pajak mereka,” tegas Saxton. (AP/Rtr/eri/kim)

artikel dikirim melalui milis cityblogger… tks..

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s