Bersih, Peduli dan Profesional

bimaa-Pulogebang: Dalam Mukernas PKS di Bali (1/2), kembali PKS mengkukuhkan Jargon lama yang ditambahkan Profesional. Pastinya Hal ini tidaklah mainmain, karena PKS adalah salah satu Partai Islam yang mempunyai Citra sangat Kental. Berikut Kutipan info yang didapat dari situs berita okezone.com

Walpaper PKS

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak ingin menjadi bungker bagi para koruptor. Sehingga, tindakan pencegahan dan penegakan sanksi (corrective action) akan dilakukan bagi setiap kader yang menyimpang.

Untuk mewujudkan itu, PKS mengokohkan jargon sebagai partai yang bersih dan peduli. Bahkan, partai ini menambah jargon profesional. Pengokohan komitmen tersebut ditegaskan kembali dalam Musyawarah Majelis Syura PKS yang digelar di Denpasar, Bali, Jumat kemarin.

“Saat ini, jati diri itu tetap dipertahankan dan bahkan diperkuat menjadi ‘bersih, peduli, dan profesional’,” ujar Presiden PKS Tifatul Sembiring dalam rilis yang diterima okezone, Sabtu (2/2/2008).

Belajar dari pengalaman Pemilu 2004, jargon ‘bersih dan peduli’ telah terbukti mengangkat perolehan suara pada Pemilu 2004 dari 1,5 persen menjadi 7,5 persen suara nasional.

Segenap elemen partai, tegas Tifatul, harus menyadari penguatan jati diri itu bukan sekadar slogan dan iklan, tapi kristalisasi nilai-nilai yang harus dibuktikan di lapangan.

“Kedua aspek itu harus dipadukan dan dijalankan dengan konsisten, karena masyarakat membutuhkan figur pemimpin yang memahami betul derita rakyat yang masih dirundung bencana dan mengalami berbagai tekanan sosial ekonomi,” urainya.

Implementasi jargon profesionalitas yaitu dalam mengelola organisasi partai, dan berkembang menjadi cermin profesionalitas dalam mengelola lembaga negara di sektor legislatif, eksekutif, maupun yudikatif.

“Semestinya, profesionalitas itu juga harus diterapkan di lembaga swasta (bisnis) dan kemasyarakatan (organisasi nonpemeritah),” imbau Tifatul.

Seluruh jajaran partai dari pusat hingga pelosok daerah juga diinstruksikan mendukung penuh agenda pemberantasan korupsi.

Selain itu, dengan jati diri yang positif, PKS tak akan terjebak dalam eksklusivisme dan fanatisme kelompok. “Falsafah Dasar Perjuangan PK Sejahtera yang baru menegaskan, partai sebagai entitas politik nasional, secara subjektif berjuang dengan dasar aqidah, asas, dan moralitas Islam untuk mencapai tujuan,” terang Tifatul.

Musyawarah tersebut diikuti 90 anggota Majelis Syura, mendahului pelaksanaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang diikuti 33 utusan DPW dan 452 utusan DPD. Total peserta yang hadir sekira 1.500 orang, di luar undangan tokoh lokal dan nasional serta utusan diplomatik negara sahabat.(jri)

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s