Pecat Pemain Asing (dalam Sepak Bola Nasional)

bimaa-Pulogebang; Baru saja selesai menyaksikan pertandingan 8 besar Djarum Super…. lagilagi… pertandingan ini dikotori dengan ulah pemain asing arema yang bernama mbamba.. entah berlaga seperti jagoan atau ingin cari perhatian dari klub lain, yang jelas orang yang satu ini telah menghina wasit nasional Indonesia.

pertama, kesombongan yang ia perlihatkan adalah ketika adanya tackling kecil dari pemain lawan. Ekspresi yang berlebihan selalu diperlihatkan oleh pemain asing ini… uh… memalukan dan belagu.

kedua, kesombongan yang ia perlihatkan adalah ketika dia melecehkan hakim garis (dengan melempar bola ke muka hakim garis). Ketidak sopanan yang ia perlihatkan secara tidak langsung adalah mendidik keburukan kepada pemain lain dan juga melecehkan wasit nasional Indonesia.

ketiga, saya tidak bisa berkatakata lagi, karena terlalu banyak kesombongan yang ia perlihatkan sehingga bimaa malu dimunculkan dalam blog ini.

saran singkat dari bimaa adalah;

1. MENEGPORA harus membuat undangundang tentang jumlah atlet asing yang berlaga di negeri kita.

2. PSSI harus membatasi pembelian atlet asing bagi klubklub sepak bola. Gajinya besar, tidak memberikan kemajuan yang pesat bagi perkembangan sepakbola nusantara.

3.Usir saja pemain asing yang belagu dan sombong. Takuttakut memberikan pendidikan yang kasar, tidak bermoral dan merugikan khalayak umum.

Iklan

2 Komentar

  1. Maaf mw nyampah dikit d blog ant..

    WAH, ngomongin sepakbola nasional emg ga ada habisnya nich akh. Tapi percaya enggak sih, sbenernya secara umum masyarakat kita tuh masih ‘mengagungkan’ masyarakat asing yg ada d sini…? Sya sih mrasa sperti itu…

    So, mind set itu sharusny diubah dr awal… >>emg enak ngomong aja, nich..

  2. tapi betul… waktu di Aceh… setiap orang asing selalu menganggap orang pribumi selalu malas… dan gak produktif..
    padahal kalo didilihat dari hasil kerja… orang Indonesia gak kalah sama mereka…

    dan betul juga kalo orang indonesia selalu mengidolakan orang asing… karena memang dari sifatnya orang kebanyakan orang indonesia selalu berlaku seperti orang jawa. selalu Inggih inggih saja… kaya abdi dalem…

    ok.. terimakasih asree..


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s