Bayi itu bernama “Ahmad Maliq Haidar Arash”

bimaa-pulogebang; Senin (24/12) pagi pukul 05.00 tepatnya… telepon berdering mengagetkan… ternyata kakak ipar bimaa mencoba meng-kabari kondisi kakak kandung bimaa yang sudah dari jam 5 pagi masuk ruang Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Harum. Harapharap cemas-pun mulai menggelora dalam batin ini, mengingat kondisi kakak kandung bimaa yang akan menjalini operasi sesar.

Bunda segera bimaa kabari prihal berita tersebut, dan ternyata perlahan demi perlahan mata bunda mengeluarkan titiktitik air yang lembut. Entah sedih atau senang diriku sendiri tidak tahu, yang bimaa tahu adalah goretan keriput disekitar kelopak matanya terlihat jelas. Sudah setua ini bunda masih memikirkan keadaan anak perempuannya dengan hati yang ikhlas. Jikalau diingat bunda sering kali menerima perkataan yang kurang sedap didengar dan kurang manis di hati dari bibir kakak ku.

Begitu juga dengan bimaa yang selalu saja secara sengaja atau tidak sengaja pernah bahkan sering kali melontarkan hal yang serupa dengan kakak bimaa. Namun pagi itu beliau tampak gugup, sebelum terlalu jauh bimaa ingatkan beliau untuk shalat subuh, dan membimbingnya untuk tetap tenang. Selesai beliau shalat, beliau bertanya kenapa harus di operasai? kenapa tidak normal saja? lalu bimaa coba untuk menjawab sesuai informasi yang bimaa dapat. Mbak Djatu tekanan darahnya tinggi sehingga tidak bisa jika harus normal mi… ya sudah coba sabar aja… nanti setelah umi mandi kita ke rumah sakit harum ya… soalnya operasinya jam 6 pagi.

Dengan linangan air mata bunda memasuki kamar mandi sambil mengenang waktu melahirkan mbak Djatu… , pasti beliau tidak ingin sesuatu menimpa mbak Djatu atau si jabang bayi ketika operasi. Pukul 05.50 bunda dan bimaa berangkat ke rumah sakit, samarsamar bimaa mendengar doadoa kecil yang terlontar dari bibirnya yang sudah mulai pucat. Fikirku… pasti bunda sedang berdoa untuk keberhasilan operasi mbak Djatu. Perlahan tapi pasti, pintu gerbang Rs. Harum sudah tampak, dagdigdug hati ini makin menjadijadi ketika ingat mbak Djatu sedang dioperasi. Para pembaca mungkin merasa cerita ini sangat dilebihlebihkan (karna hanya operasi sesar), tapi bagi kami operasi ini adalah hal yang pertama kami alami dan  rasakan langsung dalam keluarga. Pastinya menjadi hal yang sangat mendebarkan.

Di Koridor kami menunggu, bunda, mas dody (kakak ipar) dan bimaa sendiri sangat cemas menanti calon bunda dan jabang bayi. Seluruh keluarga jauh maupun dekat kami hubungi lewat telepon selular, meminta doa dan permintaan maaf, begitu juga dengan teman bimaa. Detik demi detik, menit demi menit kami berharap dan berdoa, dan…. seorang perawat beserta seonggok manusia kecil lewat. Kami bertanya, bayi siapa sus…? bayinya djatu… dan… bunda tersenyum melihat keturunan barunya lewat… Syukur Alhamdulillah… manusia baru telah terlahirkan… kami senang… Bimaa coba mengantar ke ruang bayi dengan lift… coba menggoda manusia kecil yang sedang digendong perawat, tersenyum dan terbuka matanya… seakan dia tahu jika om bimaa-nya sedang menggoda, lalu tidak lama mata itu kembali terpejam dan masuklah ia ke dalam ruang bayi bersama perawat tadi.

Bundaku…?! aku lupa dengan bundaku… bimaa hampiri beliau di lantai 3. Ternyata mata dan bibirnya masih bergetar dalam doa. hampir 15 menit kami menunggu kabar kondisi si ibu bayi tadi… dan ternyata tidak lama dr. Marjuki, Sp. Obsgin (terimakasih dok, atas usaha anda) memberikan kabar bahwa djatu sudah bisa dijenguk, langsung tanpa abaaba bunda menghampiri anak yang selama ini dibesarkannya dalam ruang operasi. Bunda memeluk…. anaknya di atas brankar operasi dengan erat, menangis, bahagia semua menjadi satu. Dan bersyukur atas kesempatan yang baru telah diberikan oleh Allah… lagi kepada keluarga ini.

Setelah drama keharuan terlewat, kami semua senang dan antusias melihat bayi yang tertidur tanpa dosa, ya… nama bocah itu adalah Ahmad Maliq Haidar Arash. Semoga kelak kau menjadi anak yang sholeh, bertutur kata baik dan santun kepada siapapun terlebih pada keduaorang tuamu. Bijak layaknya Abu Bakar ash Shidik, Pintar layaknya Ali bin Abi Thalib, Berani layaknya Hamzah, Umar dan Khalid dalam peperangan, dan Kuat layaknya Bilal bin Raba. Semoga kelak kau menjadi pria dewasa yang memimpin segala sesuatu seperti Rasullullah SAW.

Para Pembaca yang budiman… hanya doa yang kami harap dari anda… semoga doa anda semua dapat memberikan kebarakahan yang kami harapkan. amin…

terimakasih bunda… atas rasa sakit melahirkan bimaa,

terimakasih bunda… atas air mata yang berlinang selama ini,

terimakasih bunda… atas doa yang tak pernah lelah kau haturkan,

terimakasih bunda… atas ikhlas mu yang tak terkalahkan.

wassallam,

al-fakir Mahesa Harya Bima.. 

Iklan

3 Komentar

  1. bocah laki2 yg mungil…yg bisa bikin suasana rumah jadi ramai lagi…moga bs jadi amanah terbaik yg bisa dilaksanakan oleh orang2 penuh kasih disekitar si mungil…

  2. terimakasih doanya….

  3. jadikan dia orang yg tidak hanya anda banggakan, tetapi juga bisa di banggakan oleh orang lain..


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • RSS News and Tutorial

    • Suami Cerai Istri dengan Talak 3 Jatuh Talak Berapa? Maret 29, 2017
      TALAK TIGA HARUSKAH MENIKAH DENGAN ORANG LAIN KALAU MAU RUJUK Assalamualikum Wr Wb, Yang terhormat ,Pak ustad Dengan ini saya mau menanyakan perihal talak 3 yang di ajukan suami saya , karena kecemburuannya, sebelumnya kami belum pernah bercerai, baru 6 bulan ini rumah tangga saya berantakan, di akhir semuanya suami saya menjatuhkan talak 3 lewat sms, yang d […]
      Konsultasi Syariah
    • Hukum Jabat Tangan atau Salaman Bukan Muhrim Maret 3, 2017
      Hukum Jabat Tangan atau Salaman antara pria wanita Bukan Muhrim Perempuan dalam konteks hubungannya dengan laki-laki ada dua macam yaitu wanita mahram (secara salah kaprah disebut muhrim) yang memiliki hubungan sangat dekat atau perempuan non-mahram (Arab, ajnabiyah). Wanita bukan mahram ada tiga macam: dewasa, anak kecil dan usia lanjut. Dalam syariah Islam […]
      Konsultasi Syariah
    • Canda Menikah, Apakah Sah? Maret 1, 2017
      NIKAH SECARA BERCANDA APAKAH SAH DAN JADI KAWIN BENERAN? Assalamualaikum Ustadz saya mau bertanya Apakah bercanda seperti ini menjadi sah menikah. Padahal saya tidak ada sedikitpun niat untuk menikah baik serius ataupun bercanda. Saya seorang wanita janda (A). Saat sedang di kantor selesai bekerja, kami sedang menonton tv. Singkat cerita, berbincang masalah […]
      Konsultasi Syariah
    • Mengambil Barang yang Rusak Februari 24, 2017
      MENGAMBIL BARANG YANG SUDAH RUSAK Assalamualaikum wr.wb Pak ustadz saya ada pertanyaan begini pak kakak saya kan bekerja di sebuah pabrik lensa kamera pak. beberapa waktu yang lalu kakak saya pulang kerumah membawa beberapa lensa kecil yang sudah rusak atau kata kakak saya istilahnya NG untuk ditunjukan kepada keluarga pak. 1. pertanyaan saya apakah yang dil […]
      Konsultasi Syariah
    • Bisnis Haram Ayah Ibu Februari 24, 2017
      IBU JUALAN BARANG HARAM Assalamualaikum Ustadz, Saya ingin bertanya, sebelumnya saya ingin menjelaskan sedikit hal. Begini pak ustadz, ibu saya mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari namun saya tahu caranya tidak halal yaitu membuka usaha karaoke dan menjual barang-barang haram seperti miras. Hasil dari usahanya itu di belanjakan untuk makanan dll, tapi da […]
      Konsultasi Syariah
  • RSS news.detik