bimaazone

Entries categorized as ‘Teknologi’

Mengenal Hardware dan Topologi Jaringan

Mei 3, 2008 · Tidak ada Komentar

bimaa-pulo gebang; tulisan berikut adalah hasil dari penelusuran blognya kang deden yang ditulis oleh mas Harry Prihanto. Hanya mem-forward supaya pembaca blog ini juga mendapat ilmu yang sangat bermanfaat ini. Terimakasih kang deden dan mas Harry

1. Pendahuluan
Sejak memasyarakatnya Internet dan dipasarkannya sistem operasi Windows95 oleh Microsoft, menghubungkan beberapa komputer baik komputer pribadi (PC) maupun server dengan sebuah jaringan dari jenis LAN (Local Area Network) sampai WAN (Wide Area Network) menjadi sebuah hal yang biasa. Demikian pula dengan konsep “downsizing” maupun “lightsizing” yang bertujuan menekan anggaran belanja khususnya peralatan komputer, maka sebuah jaringan merupakan satu hal yang sangat diperlukan. Dalam makalah ini akan dibahas sebagian komponen yang diperlukan untuk membuat sebuah jaringan komputer.

2. Sejarah Jaringan
Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan dengan kaidah antrian.
Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. (Lihat Gambar 1.) Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), maka untuk pertama kali bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.

gbr1.gif

Memasuki tahun 1970-an, setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Seperti pada Gambar 2., dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dala proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.

gbr2.gif

3. Model referensi OSI dan Standarisasi
Untuk menyelenggarakan komunikasi berbagai macam vendor komputer diperlukan sebuah aturan baku yang standar dan disetejui berbagai fihak. Seperti halnya dua orang yang berlainan bangsa, maka untuk berkomunikasi memerlukan penerjemah/interpreter atau satu bahasa yang dimengerti kedua belah fihak. Dalam dunia komputer dan telekomunikasi interpreter identik dengan protokol. Untuk itu maka badan dunia yang menangani masalah standarisasi ISO (International Standardization Organization) membuat aturan baku yang dikenal dengan nama model referensi OSI (Open System Interconnection). Dengan demikian diharapkan semua vendor perangkat telekomunikasi haruslah berpedoman dengan model referensi ini dalam mengembangkan protokolnya.

Model referensi OSI terdiri dari 7 lapisan, mulai dari lapisan fisik sampai dengan aplikasi. Model referensi ini tidak hanya berguna untuk produk-produk LAN saja, tetapi dalam membangung jaringan Internet sekalipun sangat diperlukan.

Standarisasi masalah jaringan tidak hanya dilakukan oleh ISO saja, tetapi juga diselenggarakan oleh badan dunia lainnya seperti ITU (International Telecommunication Union), ANSI (American National Standard Institute), NCITS (National Committee for Information Technology Standardization), bahkan juga oleh lembaga asosiasi profesi IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) dan ATM-Forum di Amerika. Pada prakteknya bahkan vendor-vendor produk LAN bahkan memakai standar yang dihasilkan IEEE. Kita bisa lihat misalnya badan pekerja yang dibentuk oleh IEEE yang banyak membuat standarisasi peralatan telekomunikasi seperti yang tertera berikut ini.

Working Group Bentuk Kegiatan

Working Group

Bentuk Kegiatan

IEEE802.1

Standarisasi interface lapisan atas HILI (High Level Interface) dan Data Link termasuk MAC (Medium Access Control) dan LLC (Logical Link Control).

IEEE802.2

Standarisasi lapisan LLC.

IEEE802.3

Standarisasi lapisan MAC untuk CSMA/CD (10Base5, 10Base2, 10BaseT, dll.)

IEEE802.4

Standarisasi lapisan MAC untuk Token Bus.

IEEE802.5

Standarisasi lapisan MAC untuk Token Ring.

IEEE802.6

Standarisasi lapisan MAC untuk MAN-DQDB (Metropolitan Area Network-Distributed Queue Dual Bus.)

IEEE802.7

Grup pendukung BTAG (Broadband Technical Advisory Group) pada LAN.

IEEE802.8

Grup pendukung FOTAG (Fiber Optic Technical Advisory Group.)

IEEE802.9

Standarisasi ISDN (Integrated Services Digital Network) dan IS (Integrated Services ) LAN.

IEEE802.10

Standarisasi masalah pengamanan jaringan (LAN Security.)

IEEE802.11

Standarisasi masalah wireless LAN dan CSMA/CD bersama IEEE802.3.

IEEE802.12

Standarisasi masalah 100VG-AnyLAN

IEEE802.14

Standarisasi masalah protocol CATV

4. Ethernet
Ethernet adalah sistem jaringan yang dibuat dan dipatenkan perusahaan Xerox. Ethernet adalah implementasi metoda CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection) yang dikembangkan tahun 1960 pada proyek wireless ALOHA di Hawaii University diatas kabel coaxial. Standarisasi sistem ethernet dilakukan sejak tahun 1978 oleh IEEE. (lihat Tabel 2.) Kecepatan transmisi data di ethernet sampai saat ini adalah 10 sampai 100 Mbps. Saat in yang umum ada dipasaran adalah ethernet berkecepatan 10 Mbps yang biasa disebut seri 10Base. Ada bermacam-macam jenis 10Base diantaranya adalah: 10Base5, 10Base2, 10BaseT, dan 10BaseF yang akan diterangkan lebih lanjut kemudian.

Pada metoda CSMA/CD, sebuah host komputer yang akan mengirim data ke jaringan pertama-tama memastikan bahwa jaringan sedang tidak dipakai untuk transfer dari dan oleh host komputer lainnya. Jika pada tahap pengecekan ditemukan transmisi data lain dan terjadi tabrakan (collision), maka host komputer tersebut diharuskan mengulang permohonan (request) pengiriman pada selang waktu berikutnya yang dilakukan secara acak (random). Dengan demikian maka jaringan efektif bisa digunakan secara bergantian.

Untuk menentukan pada posisi mana sebuah host komputer berada, maka tiap-tiap perangkat ethernet diberikan alamat (address) sepanjang 48 bit yang unik (hanya satu di dunia). Informasi alamat disimpan dalam chip yang biasanya nampak pada saat komputer di start dalam urutan angka berbasis 16.

48 bit angka agar mudah dimengerti dikelompokkan masing-masing 8 bit untuk menyetakan bilangan berbasis 16 seperti contoh di atas (00 40 05 61 20 e6), 3 angka didepan adalah kode perusahaan pembuat chip tersebut. Chip diatas dibuat oleh ANI Communications Inc. Contoh vendor terkenal bisa dilihat berikut, dan informasi lebih lengkap lainnya dapat diperoleh di http://standards.ieee.org/regauth/oui/index.html

Daftar vendor terkenal chip ethernet

Nomer kode

Nama vendor

00:00:0C

Sisco System

00:00:1B

Novell

00:00:AA

Xerox

00:00:4C

NEC

00:00:74

Ricoh

08:08:08

3COM

08:00:07

Apple Computer

08:00:09

Hewlett Packard

08:00:20

Sun Microsystems

08:00:2B

DEC

08:00:5A

IBM

Dengan berdasarkan address ehternet, maka setiap protokol komunikasi (TCP/IP, IPX, AppleTalk, dll.) berusaha memanfaatkan untuk informasi masing-masing host komputer dijaringan.

10Base5
Sistem 10Base5 menggunakan kabel coaxial berdiameter 0,5 inch (10 mm) sebagai media penghubung berbentuk bus seperti berikut. Biasanya kabelnya berwarna kuning dan pada kedua ujung kebelnya diberi konsentrator sehingga mempunyai resistansi sebesar 50 ohm. Jika menggunakan 10Base5, satu segmen jaringan bisa sepanjang maksimal 500 m, bahkan jika dipasang penghubung (repeater) sebuah jaringan bisa mencapai panjang maksimum 2,5 km.

gbr3.gif

Dalam berikut, antara NIC (Network Interface Card) yang ada di komputer (DTE, Data Terminal Equipment) dengan media transmisi bus (kabel coaxial)-nya diperlukan sebuah transceiver (MAU, Medium Attachment Unit). Antar MAU dibuat jarak minimal 2,5 m, dan setiap segment hanya mampu menampung sebanyak 100 unit. Konektor yang dipakai adalah konektor 15 pin.

gbr4.gif

10Base2
Seperti pada jaringan 10Base5, 10Base2 mempunyai struktur jaringan berbentuk bus. Hanya saja kabel yang digunakan lebih kecil, berdiameter 5 mm dengan jenis twisted pair. Tidak diperlukan MAU kerena MAU telah ada didalam NIC-nya sehingga bisa menjadi lebih ekonomis. Karenanya jaringan ini dikenal juga dengan sebutan CheaperNet. Dibandingkan dengan jaringan 10Base5, panjang maksimal sebuah segmennya menjadi lebih pendek, sekitar 185 m, dan bisa disambbung sampai 5 segmen menjadi sekitar 925 m. Sebuah segmen hanya mampu menampung tidak lebih dari 30 unit komputer saja. Pada jaringan ini pun diperlukan konsentrator yang membuat ujung-ujung media transmisi busnya menjadi beresistansi 50 ohm. Untuk jenis konektor dipakai jenis BNC.

gbr9.gif

gbr10.gif

10BaseT
Berbeda dengan 2 jenis jaringan diatas, 10BaseT berstruktur bintang (star) seperti berikut. Tidak diperlukan MAU kerena sudah termasuk didalam NIC-nya. Sebagai pengganti konsentrator dan repeater diperlukan hub karena jaringan berbentuk star. Panjang sebuah segmen jaringan maksimal 100 m, dan setiap hub bisa dihubungkan untuk memperpanjang jaringan sampai 4 unit sehingga maksimal komputer tersambung bisa mencapai 1024 unit.

gbr7.gif

gbr8.gif

Menggunakan konektor modular jack RJ-45 dan kabel jenis UTP (Unshielded Twisted Pair) seperti kabel telepon di rumah-rumah. Saat ini kabel UTP yang banyak digunakan adalah jenis kategori 5 karena bisa mencapai kecepatan transmisi 100 Mbps. Masing-masing jenis kabel UTP dan kegunaanya bisa dilihat

Kategori

Aplikasi

Category 1

Dipakai untuk komunikasi suara (voice), dan digunakan untuk kabel telepon di rumah-rumah.

Category 2

Terdiri dari 4 pasang kabel twisted pair dan bisa digunakan untuk komunikasi data sampai kecepatan 4 Mbps.

Category 3

Bisa digunakan untuk transmisi data dengan kecepatan sampai 10 Mbps dan digunakan untuk Ethernet dan TokenRing.

Category 4

Sama dengan category 3 tetapi dengan kecepatan transmisi sampai 16 Mbps.

Category 5

Bisa digunakan pada kecepatan transmisi sampai 100 Mbps, biasanya digunakan untuk FastEthernet (100Base) atau network ATM.

10BaseF

Bentuk jaringan 10BaseF sama dengan 10BaseT yakni berbentuk star. Karena menggunakan serat optik (fiber optic) untuk media transmisinya, maka panjang jarak antara NIC dan konsentratornya menjadi lebih panjang sampai 20 kali (2000 m). Demikian pula dengan panjang total jaringannya. Pada 10BaseF, untuk transmisi output (TX) dan input (RX) menggunakan kabel/media yang berbeda.

gbr11.gif

gbr12.gif

5. Desain Jaringan

Pada saat kita telah mengetahui perangkat pendukung untuk membangun sebuah jaringan, maka langkah selanjutnya adalah mendesain jaringan sesuai yang kita perlukan. Apakah jaringan yang akan kita bangun akan berbentuk garis lurus (bus), bintang (star), lingkaran (ring), ataukah jaring (mesh) yang paling rumit? Juga apakah kecepatan transmisi jaringan kita merupakan jaringan rendah sampai menengah (beberapa M s/d 20Mbps), jaringan berkecepatan tinggi (ratusan Mbps) atau berkecepatan ultra tinggi (lebih dari 1Gbps)? Demikian pula media apa yang akan kita gunakan, apakai berbentuk jaringan kabel (wireline) atau memanfaatkan gelombang radio (wireless)? Yang terakhir, apakah jaringan kita untuk jaringan utama (backbone LAN) ataukah jaringan biasa (floor LAN) yang tentu saja memerlukan prasarana yang berbeda. referensinya sebagai berikut.

Jenis LAN

Topologi

Bus

Star

Ring

Token Ring

Token Bus

Mesh

Kecepatan

Menengah (beberapa s/d 20 Mbps)

Tinggi (100 s/d ratusan Mbps)

Ultra (lebih dari 1 Gbps)

Media transmisi

Kabel (wireline)

Gelombang radio (wireless)

Tingkatan LAN

Utama (backbone LAN)

Biasa (floor LAN)

6. Penutup

Demikianlah setelah kita membicarakan dan mengenal beberapa alat dan sarana untuk sebuah jaringan, diharapkan akan lebih membuka wahana dan pengetahuan kita dalam merencanakan pembuatan sebuah jaringan. Setelah itu kita akan berusaha menelusuri lagi pembicaraan dari segi software, bentuk jaringan dan beberapa pemanfaatannya dalam tulisan selanjutnya dibagian ke-dua.

Penulis: Harry Prihanto
Referensi:

  1. UNIX User Japan, Ed. 7, Vol. 5, No. 70, Mei 1998.
  2. O. Koizumi, “Zukaide wakaru LAN nosubete,” Nihon Jitsugyo Shuppan, Tokyo Agustus 1998.
  3. Linux Japan, Ed. 2, Vol. 1, No. 4, Januari 1999.
  4. H. Koyama, et.al, “Linux nyuumon,” Toppan-shuppan, Tokyo, Oktober 1996.
  5. Maebara, “Linux de Internet,” Fuki-shuppan, Tokyo, April 1996.
  6. http://www.datatelsup.com/, http://www.3com.co.jp/, http://www.sun.com/, http://www.dell.com/
  7. http://www.ieee.org/, http://www.linux.or.id/, http://www.pii.or.id/elektro

Kategori: Teknologi · dari Blog Tetangga
Tagged: ,

blog yang disuka Yahoo dan Google

Mei 1, 2008 · Tidak ada Komentar

bimaa-pulogebang; tulisan ini disajikan oleh mas Oka Mahendra, sedang bimaa hanya meneruskan beberapa kalimat yang dianggap perlu. Terimakasi mas Oka..

kriteria web seperti apakah yang menurut yahoo adalah berkualitas.

Yahoo menyukai:

  • Halaman yang unik, asli, bermutu (bukan copy-paste dari sumber lain)
  • Halaman yang didesign untuk manusia, bukan untuk search engine.
  • Link dalam halaman tersebut berhubungan dengan isinya.
  • Metadata (title, description, keyword) yang benar-benar mendeskripsikan isi.
  • Design web yang baik secara umum.

Yahoo tidak menyukai (halaman ini akan hilang dari database Yahoo atau berada di urutan paling buncit):

  • Halaman yang mempengaruhi keakuratan atau relevansi search result.
  • Halaman yang redirect ke halaman lain (doorway)
  • Banyak situs atau halaman yang isinya sama.
  • Halaman yang sebagian besar isinya berisi atau link ke halaman website lain, misalnya isinya tentang program-program afiliasi.
  • Web dengan jumlah hostname virtual yang sangat banyak.
  • Halaman yang sangat banyak, dibuat secara otomatis tanpa isi yang bernilai (cookie-cutter pages)
  • Halaman yang menggunakan metode artifisial (buatan) untuk mempengaruhi search engine rangking.
  • Halaman yang menggunakan teks atau link yang tidak terlihat pengunjung.
  • Halaman yang berbeda dilihat search engine dan pengunjung normal (cloaking).
  • Terlalu banyak link ke situs lain untuk mempopulerkan situs tersebut (link schemes).
  • Halaman yang dibuat dengan tujuan utama untuk Search Engine dengan banyak keyword dan tidak relevan.
  • Penggunaan nama atau merek yang bukan haknya.
  • Situs yang membuka banyak pop-ups, menginstall malware, spyware, virus, trojans, atau mempengaruhi user navigation browser pengunjung.
  • Halaman yang terlihat berisi penipuan atau kecurangan.

Karena merasa tidak membuat kecurangan-kecurangan di atas, saya mengisi form Yahoo di sini Yahoo! Search URL Status Review Form. Jawaban Yahoo:

It has been determined that your site may not comply with Yahoo!’s Content Quality
Guidelines. Listed below are some of the more common reasons that a site may violate
these guidelines:
 
- Cloaking (showing crawlers deceptive content about a site)
- Massive domain interlinking
- Use of affiliate programs without the addition of substantial unique content
- Use of reciprocal link programs (aka “link farms”)
- Hidden text
- Excessive keyword repetition

Saya berpikir ulang, saya melanggar apa ya? Kemudian saya melakukan hal berikut:

  1. Untuk menghindari “massive domain interlinking“, saya buang Tag Cloud Widget.
  2. Untuk menghindari “reciprocal link program” saya tidak mengisi blogroll dengan link ke directory web / directory blog.
  3. Untuk menghindari salah sangka perbuatan penipuan atau pelanggaran hukum saya ganti judul posting blog saya (isinya tetap):

Syukurlah, setelah melakukan perbaikan-perbaikan di atas, blog saya ini kembali nongol di Yahoo, dan satu persatu halaman dalam blog ini diindeks oleh Yahoo.

Website / blog yang berkualitas menurut google

Sejak awal blog ini di buat, google kelihatan menyukai blog saya, terlihat dari banyaknya trafik (ratusan) dari search engine padahal PR di awal bulan April 2008 ini masih 0. Mungkin karena blog saya dibuat dengan memperhatikan Design & Content Guidelines dari Google.

Design dan isi yang sukai google:

  • Situs dengan susunan yang jelas dan menggunakan teks sebagai link (bukan gambar). Setiap halaman harus dapat dicapai dengan satu buah teks link statik.
  • Memiliki site map yang memudahkan pengunjung, jika satu halaman site map terdapat lebih dari 100 link, maka pisahkan dalam halaman lain.
  • Berisi informasi yang berguna, padat dan isinya jelas.
  • Pikirkanlah kata-kata apa yang dicari orang untuk membuka website Anda, pastikan bahwa dalam web Anda benar-benar terdapat kata tersebut.
  • Usahakan menggunakan teks, bukan gambar untuk menjelaskan nama, isi, atau link. Google crawler tidak mengenali teks yang ada di dalam gambar.
  • Pastikan judul dan atribut ALT akurat.
  • Periksa apakah ada link yang mati dan kode HTML yang salah.
  • Jika Anda menggunakan dynamic pages, (misalnya URL dengan tanda “?”, berhati-hatilah bahwa tidak setiap search engine dapat mengindeks halaman dinamic. Buat parameter sesingkat mungkin dan sesedikit mungkin.
  • Link dalam satu halaman kurang dari 100 buah.

Hal-hal yang dilarang google:

  • Jangan membuat halaman yang berbeda ketika dilihat pengunjung atau search engines (cloaking).
  • Tidak menggunakan trik untuk meningkatkan ranking search engine. Cara yang mudah untuk meningkatkan ranking di google adalah dengan bertanya pada diri sendiri: Apakah web saya berguna bagi pengunjung?
  • Jangan tukar menukar link dengan website atau blog yang isinya tidak berhubungan dengan website atau blog Anda (link schemes).
  • Jangan menggunakan tool otomatis untuk submit page atau check page rank, google tidak merekomendasikan program semacam WebPosition Gold.
  • Hindari teks atau link yang tidak kelihatan (kecil sekali atau warnanya sama dengan background)
  • Jangan menggunakan cloaking atau sneaky redirect.
  • Jangan menggunakan submit otomatis ke search engines.
  • Jangan mengisi halaman dengan keywords yang tidak relevant.
  • Jangan membuat halaman, subdomain, atau domain dengan isi yang sama persis.
  • Jangan membuat halaman yang ditujukan untuk phising, menginstall virus, trojan, atau badware lain.
  • Hindari doorway yang hanya dibuat untuk search engines.
  • Hindari halaman yang hanya berisi program afiliasi dengan sedikit atau tidak ada isi yang original.
  • Jika situs Anda berisi tentang program afiliasi, pastikan bahwa situs Anda memiliki nilai tambah.
  • Isi website Anda dengan tulisan yang unik (bukan copy-paste) dan isi yang relevan.

Saran dari google (Google Friendly Site):

  • Berikan informasi yang dibutuhkan pengunjung dengan infomasi yang berkualitas.
  • Pastikan website lain memasang link ke website Anda. Dalam menentukan ranking, Google mengkombinasikan jumlah link yang mengarah ke website Anda (pagerank) dan isi dari website Anda.
  • Buat website yang mudah dalam hal navigasi. Semua halaman harus terhubung minimal dengan satu teks link.
  • Hindari “cloaking” atau membayar SEO service, yaitu perusahaan yang menawarkan bisa meningkatkan posisi Anda pada search engine. Banyak metode yang dilakukan oleh SEO Service melanggar ketentuan google ini.

Bagaimana, sekarang cek apakah website atau blog Anda sesuai dengan kriteria di atas?

Penulis: Oka Mahendra (http://tutorialgratis.wordpress.com)

Kategori: Teknologi · dari Blog Tetangga

Internet dengan Provider Baru “AXIS”

Mei 1, 2008 · Tidak ada Komentar

bimaa-Pulogebang; pembaca yang budiman.. sudah mencoba berinternet ria dengan provider GSM baru “axis”. kebetulan bimaa sudah mencobanya. Dan tahukah anda, ternyata speed yg bisa kita dapat tidak kurang dari 460.8 Kbps, lumayan cepat disetiap kita membuka halaman baru…

caranya…

  1. untuk anda yang telah mempunyai kartu perdana axis, anda harus registrasi dan mengaktifkan gprs dengan hotline service di 838, lalu anda akan menerima settingan gprs melalui sms.
  2. bagi yang mempunyai Hp bermodem.. maka anda cukup lakukan settingan koneksinya melalui connection wizard. lalu ketikan username: axis dan passwordnya: 123456 dan jangan lupa dial up numbernya adalah *99***1#. atau yang mempunyai hp nokia seperti E61i maka anda cukup dial up di Nokia PC Suite dan lakukan setting koneksi seperti diatas.
  3. setelah dilakukan, selamat anda bisa browsing sampai dengan 100mb gratis.

semoga bermanfaat…

ps: perdana axis cuma 6.000 rupiah.

Kategori: Teknologi
Tagged: